
bandungtanpakamu
Siniar ini menyajikan fantasi liar yang mengajak pendengar masuk ke dimensi baru. Semua audio diracik pada waktu begadang sebagai buah tangan kejujuran. Nuanganya melankolis dengan iklim sendu yang mendayu-dayu, menghadirkan pengalaman mendengar yang personal dan imajinatif.
Episode

A Letter Across Oceans: The Love and Longing Carried by Qiaopi | The 2nd Gen Z International Podcast Festival Awards Ceremony and Global Podcast Co-Creation Season
A Qiaopi, a letter sent home by an overseas Chinese migrant, carries stories of life abroad and heartfelt longing for loved ones, bridging the distance between distant lands and home.In this special episode of Global Podcast Crossover · Co-Creation Season, we explore the stories preserved in these letters, reflecting on family bonds that transcend oceans, memories of our hometowns, and how differe

menyimpan diri di laci tua
apa salahnya sih jadi tenang? waktu dunia sibuk banget ngejar tepuk tangan?—

dia melanjutkan hidupnya, sementara duniaku berhenti
seolah tak membawa apa-apa, padahal di punggungnya, aku sempat menaruh seluruh hidup—

kisah kasih di rupiah
rejeki itu memang hadiah, tapi bukan untuk dihambur-hamburkan secara meriah, apalagi diperlakukan semena-mena sampai kehilangan bentuk alamiah, melainkan rawatlah ia dengan cinta, bangga, dan paham rupiah.
Participant of BI Digital Content Competition 2024
@bank_indonesia
#BIDCC2024 #CBPRupiah #RupiahKu

repetitif
malam itu kita berkendara tanpa tujuan, dalam nyenyak tanpa sepatah kata, tak ada satu pun dari kita yang mau bicara

tertuduh teduh
boleh saya bicara tentang bagaimana rupa sama wangimu yang selalu bikin saya begitu tenang?

malang kundang
tertawalah, ragaku, memang tak patut berpenghuni

semoga kamu sembuh
semoga kamu sembuh, dari segala hal yang tidak kamu ceritakan

pragmatis
narasi ini dibuat, seolah-olah kita itu hanya sekumpulan para lansia

"kapan pulang?" katanya
dan nasib buruk di tahun kemarin, kini hanya sebatas rumor saja

desember: menutup tahun dengan bodoh
dear 2024, bila sempat, tolong jemput doa yang baru saja kupahat, tolong jauhkan aku dari segala perihal jahat, karena hatiku perlu beristirahat

desember: untuk yang masih belum tercapai
dalam upayaku menggapai, untuk berbagai mimpi yang sampai sekarang masih belum bisa tercapai, semoga masih ada setitik semangat meski beberapa di antaranya kesulitan untuk sampai

desember: untuk yang tak terbantahkan
dalam setiap uluran tangan, untuk segala manusia yang keberadaannya tidak terbantahkan, semoga kalian membekas selamanya dalam ingatan

desember: untuk yang tak tersampaikan
dalam pesan yang tak terucapkan, untuk segala hal yang masih belum tersampaikan, semoga diri yang pengecut ini tidak terlupakan

desember: untuk yang terlupakan
dalam keacuhan yang tak terelakkan, teruntuk siapa saja yang sempat terlupakan, semoga jiwa ini bisa kamu maafkan

desember: untuk yang menyakiti
dalam ketetapan hati, teruntuk siapa saja yang sudah menyakiti, semoga kegilaanmu berhenti hanya sampai di sini

november, aku membencimu
kuteguk berbutir-butir parasetamol agar nalarku tak tewas dengan konyol, 5 menit lagi sampai menuju dosa terbesarku, jangan lenyap dulu, kau itu masih punya ibu

maut menjenguk
iblis mengintip dari balik lemari baju yang sudah lama tidak pernah kubuka, atau Tuhan memang senang bercanda

beranda fiksi
beranda gawaiku, penuh dengan kontemplasi yang menjijikkan

kutitipkan cemburuku di ikat rambutmu
di bawah guyuran bulan yang terlihat biru, tentang waktu yang buru-buru, menyapu bersih seluruh aku dan kamu
berkolaborasi bersama: @podcastsuarasendu

pagi raung
selamat pagi dunia yang bingung, apa kabarmu matahari yang agung?

doa kecil untukmu yang sudah besar
akan kuberkati hari ini lewat doa kecil untuk kamu yang sudah besar, "selamat malam, manusia dewasa"

janji yang terbungkam malam rabu
di salah satu ruas gang sempit yang jarang sekali kulewati, kulihat, ada sebuah lampu jalan yang berdiri sendirian

mengerang
kupergoki semangat juangku tewas dalam kecelakaan hebat tempo lalu, namun saat itu entah kenapa aku tidak menangis

benih-benih jatuh
lahan pijak yang sebelumnya gersang, sedikit demi sedikit kini tanahnya mulai terangsang, tunasnya bermunculan ditumbuhi kembang

romantika lintas negara
gua yang tadinya overthinking, gua yang tadinya takut banget kalo dighosting, gua yang hampir sinting sampe rambut gua jadi ikutan keriting, sekarang hidup gua jadi kerasa lebih penting, gua selalu dibuat salting karena dia selalu ada di saat-saat yang genting, dia bikin gua jadi gak bisa berpaling
"QRISnya satu, menangnya banyak!"
Participant of BI Digital Content Competition 2023

bilik senggama
di sudut paling gelap ini, tempat di mana warasku asyik mengasingkan diri, aku meracik komposisiku sendiri

menuju yang terbenam
bila tidak dipisahkan oleh hamparan laut, mungkin aku akan berlari kencang ke arahnya, untuk kemudian memintanya membawaku tenggelam bersamanya

kontra
aku ingin hidup tidak teratur, berlawanan, dan tak sama

basi
cukup tau

kelinci
aku bukanlah ancaman, yang perlu dikhawatirkan

komedi putar
bila tak terpaut oleh usia, meski hanya 5 menit saja, aku ingin kembali merasakan suasana baik yang ada di sekitarnya

deras
untuk awan kecil yang bersemayam dalam hatiku, terhitung mulai hari ini, sepertinya aku akan menjalani hidup dengan sebasah-basahnya

dipayungi kota
tepat di jantung kota, mereka tampil luar biasa dengan apa adanya, sedikitpun tanpa sandiwara

25 jam
dan pada momen romantis itu, bandung punya 25 jam untuk dihabiskan dalam satu hari

sesingkat itu
tapi kenapa makin dewasa, waktu malah kerasa makin cepet, kalian ngerasa gitu juga gak sih?

gwenchana
ngeri juga ya jatuh cinta di negeri wakanda, segala-galanya dibikin bercyhandaa

cara menghitung berkat
di luar sana, ada banyak orang yang gak seberuntung kita, tapi rasa syukurnya jauh melebihi kita

bangunkan aku jika september sudah selesai
bangunin aku ya, kalo september udah selesai!

rengkuh
selama masih di bawah langit yang sama, selama itu pula kita masih disemogakan bersama-sama

dara
raut yang cantik, bulu mata yang lentik, perempuan adalah sastra murah yang mudah sekali dituliskan

tengah malam
tolong sisakan satu saja kehidupan yang baik untukku, tidak perlu sempurna, asal cukup dimengerti

liur
wahai kalian para betina dengan air liur oportunis, yang hobinya mengincar pria-pria perfeksionis

sekilas, senyum tampak samar di wajahmu yang berantakan
namun aku ini anakmu bu, sehebat-hebatnya kau membekam pilu, aku tau

malaikat pencabut rasa
kepada para malaikat yang pernah kudoakan bertahun-tahun lamanya, atau iblis-iblis garang yang sempat kusumpah-serapahkan keberadaannya, datanglah!

bandung yang bersenandung
setelah sekian lamanya menghabiskan waktuku untuk fokus sama orang lain, akhirnya aku bisa kembali lagi menjenguk Bandung

sebatang karam
aku tak pernah mengira, bahwa sebuah penyesalan sanggup menenggelamkan satu tubuh manusia dewasa

tangga
meski kadang hidup tidak selalu berbaik hati, hidup akan terasa seperti penjara bila kita berpaku hanya pada satu jalan

pemurung handal
untuk hati yang suasana tayangnya suka-suka, sudahkah kamu murung hari ini?

perempuan sepenuh bayangan
kupu-kupu itu akan terus terbang mendayu-dayu, dengan sayapnya yang terbuat dari cumbu dan rayu

di balik selimut tua
badanku karam, di balik selimut tua aku bersemayam, dengan nafas setipis palsu dalam diam

lembayung kosong
ketika yang lain menganggap bahwa senja itu istimewa, aku malah merasakan kecewa

saru
sepertinya kita belum siap untuk menjadi orang lain lagi, padahal kita pun belum sampai pada titik kata jadi

paradigma
kamu serupa inti atom yang stabil, meski dihajar oleh sinar gamma ataupun beta, hari esokmu akan tetap sama, sedangkan aku, sulit terkalkulasi

teruntuk para dalang
karena celenganmu, sudah lama kau pecahkan lebih dulu di saat kami sedang sibuk-sibuknya menabung sabar

jebak
aku terjebak pada skenario cita-cita, atau pada mimpi buruk yang kadaluarsa, pada tanjung harapan yang sukar terlaksana

siapa saja, tolong tikam aku!
ini terlalu gelap, siapa saja, tolong selesaikan saja!

boleh aku ikut?
maka tidak akan ada kalimat hati-hati, karena aku terlalu ringkih jika harus lagi membangun segalanya sendiri

demensia
dan brengseknya aku masih percaya, bersamamu seperti menyebrangi jembatan di antara waktu dan pikiran

rindu, dari orang sepayah aku
untuk yang sudah jauh di sana, aku masih di kota ini, kota di mana kita pernah menaruh lebih dari selusin tumpukan memori

tunggal
kini, si tunggal beranjak dewasa, tumbuh jadi satu-satunya harapan besar milik ibunya, untuk ke depannya dan untuk selama-lamanya

aku ingin larut
aku ingin dibutuhkan, lalu dengan senang hati dibawa pulang, dimasak di waktu yang genting, dirindukan di masa-masa yang penting

stasiun ketidakpastian
aku sudah tiba di stasiun, yang mungkin kini kusebut sebagai stasiun ketidakpastian, menjemput harapan fana yang dulu sempat kita antarkan

label
dunia ini terkadang terasa begitu overdosis, tentang yang miskin dan yang kaya, yang pintar dan yang bodoh, yang jahat dan yang dijahati

siklus tanpa arah
dunia di sekitarku itu terus berubah, dan aku masih begini-begini saja

ada banyak hal yang tak bisa diselamatkan
meski ada banyak hal yang tak bisa diselamatkan, seperti angka kemiskinan, perang dunia kedua, dan hubungan kita salah satunya

lunar
seperti apa rasanya bersinar tapi kau tidak punya siapa-siapa? bagaimana bisa kau tahan melayang-layang sendirian?

sehat-sehat ya buat kita?
ending terbaik dari yang namanya jatuh cinta adalah bisa bersama-sama sampai tua, atau jatuh cinta, putus lalu lupa

pesta sepi di mulut jendela
Itu pertama kalinya aku sadar bahwa rupanya sebuah galaksi mampu ditampung sepasang pelupuk mata anak manusia

perempuan hujan
berlama-lama lah, kalau perlu menjadi badailah, kau resmi menjadi perempuan hujan yang berteduh di pikiranku
berkolaborasi bersama: @novitakaaa

makna
tanpa kita sadari, mau-mau itu lambat laun kelaparan, karena kenyataan yang kita dapatkan tidak bisa memberinya makan

memahami kesedihan
kita gemar sekali memuja kebahagiaan, padahal orang-orang yang kita kenali, negara yang kita hormati, dan agama yang kita peluk, semuanya lahir dari kesedihan

pukul satu yang tak dapat dijinakkan
kuakui aku adalah manusia yang rapuh, terluka, ingin diperhatikan, dan merasa kehilangan

bu, perihal air matamu yang tumpah karenaku
aku harap doamu bisa terus menahan, menahan tembok-tembok warasku agar tak mudah retak, juga agar mimpi-mimpiku bisa lepas landas dan tak saling tabrak

lalu-lalang
kamu bukan orang pertama yang datang kepadaku

aku menyayangi kesendirian ini
aku suka gaya hidupku yang seperti ini, bangun tidak tepat waktu, makan makanan yang sama, melakukan aktivitas yang membosankan, dan itulah kenapa aku tidak punya banyak teman

terkutuk
kau sudah terlalu lama menjadi orang baik, kini sudah saatnya kau jadi orang yang jujur

gatal
rasa gatal yang selama ini kurasakan, ternyata..

romantisnya hari kiamat
aku mencintai kebinasaan ini dengan sangat, hanyut dalam maut romantisnya hari kiamat

cerita hantu
sebagai seseorang yang sempat tersesat di pelukan wanita lain, sekarang aku benar-benar mengerti apa artinya kehilangan
berkolaborasi bersama: @jel.pict











