
Cerita Puisi
Cerita Puisi adalah podcast pembacaan puisi berbahasa Indonesia yang menghadirkan karya-karya penyair lokal. Episode-episode diisi dengan pembacaan puisi dan potongan suasana yang intim, seperti rekaman larut malam yang tenang. Karya yang dibawakan antara lain berasal dari @pratamasyahalam, dengan nuansa reflektif dan puitis. Podcast ini cocok bagi pendengar yang menikmati sastra lisan dan puisi kontemporer Indonesia.
Episode

62. Menjadi Tamu - Aan Mansyur
Aku akan mengambil dua foto setiap hari dan merangkai mereka jadi film.

61. Kepada Kawan - Chairil Anwar
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:Tikamkan pedangmu hingga ke huluPada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

60. Menjadi Hantu - Aan Mansyur
Mereka hangat, dekat, mendekap, dan masih beraroma kita

59. Dalam Kereta - Chairil Anwar
Makin dekat saja Menangkup senja

58. Ketika Jari-jari Bunga Terbuka - Sapardi Djoko Damono
Ketika jari-jari bunga terbuka mendadak terasa: betapa sengit cinta Kita

57. Menelpon Kau - Aan Mansyur
Apakah kau di sana? Apakah kau ada? Apakah kau?

56. Selasa, 11 November 1969 - Soe Hok Gie
Kita tak pernah menanam apa-apa, kita tak pernah kehilangan apa-apa

55. Dalam Sakit - Sapardi Djoko Damono
Siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

54. Menenangkan Rindu - Aan Mansyur
Dia meninggalkanmu agar bisa mengingatmu

53. Nyanyian Duniawi - W.S. Rendra
Kudekap ia bagai kudekap hidup dan matiku

52. Anak Seorang Perempuan - Joko Pinurbo
Kau, Penyairku, apakah kau tahu pasti asal-usul benih yang tumbuh dalam kata-katamu?

51. Cintaku Jauh di Pulau - Chairil Anwar
Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri

50. Mandalawangi-Pangrango - Soe Hok Gie
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada

49. Sajak Cinta - Gus Mus
Aku adalah wangi bungamu, ljka berdarah-darah durimu, semilir sampai badai anginmu

48. Tuhan Datang Malam Ini - Joko Pinurbo
Tuhan datang malam ini di gudang gulita yang cuma dihuni cericit tikus dan celoteh sepi

47. Tangan Waktu - Sapardi Djoko Damono
Sebelum sungguh menjadi sadar, bahwa sudah terlanjur terlantar

46. Seekor Kucing dan Sepasang Burung - Aan Mansyur
Aku tak pernah membenci apapun sebesar aku mencintai matamu

45. Buat Nyonya N. - Chairil Anwar
Turun terus. Sepi. Datar- lebar- tidak bertepi

44. Mata Air - Joko Pinurbo
Nanti, jika musim hujan tiba, langit akan memandikan gadis kecil itu dengan air matanya

43. Tak Bisa Kulupakan - W.S. Rendra
Tak bisa kulupakan meski ditikam dalam-dalam

42. Memimpikan Hari Libur - Aan Mansyur
Sejak hari itu, aku tidak bisa tidur lagi. Juga kau dan kesepian barangkali.

41. Ziarah - Sapardi Djoko Damono
Kita tak membawa apa-apa. Kita tak membawa kemenyan ataupun bunga, kecuali seberkas rencana-rencana kecil (yang senantiasa tertunda-tunda) untuk kita sombongkan kepada mereka.

40. Menunggu Perayaan - Aan Mansyur
Menunggu wajahmu tertawa sekali lagi, mungkin kepada masa depan yang lain

39. Remang-remang - W.S. Rendra
Wahai, betapa remang-remangnya jalan panjang di hatiku

38. Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung

37. Kupandang Kelam yang Merapat ke Sisi Kita - Sapardi Djoko Damono
Kita terdiam saja di pintu; menunggu atau ditunggu, tanpa janji terlebih dahulu

36. Melihat Peta - Aan Mansyur
Aku tidak ingin mendengar kabar pemakamanmu.

35. Panggilan Pulang - Joko Pinurbo
Pesan berakhir. Musik. Telepon genggam menyanyikan The Beatles: Mother

34. Lagu Duka - W.S. Rendra
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang.

33. Di Pemakaman - Sapardi Djoko Damono
Kini, saat ini kau dan aku adalah orang-orang asing, terkucil dari alam.

32. Menyebrang Jembatan - Aan Mansyur
Perasaanku sungguh ingin basah oleh air matanya

31. Tak Sepadan - Chairil Anwar
Karena kau tidak ‘kan apa-apa. Aku terpanggang tinggal rangka

30. Menonton Film - Aan Mansyur
Semeseta serupa yang kita huni kini, tetapi aku tidak pernah ada di sana.

29. Telah Satu - W.S. Rendra
Kita berdua adalah lava yang tak bisa lagi diuraikan.

28. Kenangan - Chairil Anwar
Menyelubung nyesak penyesalan pernah menyia-nyia.

27. Perihal Tokoh Utama Komik - Aan Mansyur
Sepasang tangannya terentang. Selalu mencintai pisau dan api dapur.

26. Pertemuan - Sapardi Djoko Damono
Perempuan mengirim air matanya ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan, ke landasan cakrawala

25. Sia-sia - Chairil Anwar
Mampus kau dikoyak-koyak sepi

24. Sajak-sajak Empat Seuntai - Sapardi Djoko Damono
Kelak kau pasti akan kembali menemukannya, di sela-sela kenangan penuh ilalang

23. Menjatuhkan Bintang-bintang - Aan Mansyur
Mengerikan dan menantang. Aku, untuk pertama kali, kau pahami.

22. Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

21. Terpisah - W.S. Rendra
Engkau bulan lelap tidur di hatiku, oleh sepi diriku dirampas jalan raya

20. Kecantikan Belum Selesai - Joko Pinurbo
Perlukah, Manis, kuoleskan darah pada bibirmu yang skeptis agar semua yang mendambamu sangsai

19. 1948 - Chairil Anwar
Aku bukan lagi ai cilik tidak tahu jalan di hadapan berpuluh lorong dan gang menimbang

18. Laut - Joko Pinurbo
Dalam demam tiba-tiba aku mendengar gemuruh laut

17. Sementara Kita Saling Berbisik - Sapardi Djoko Damono
Cinta yang tinggal berupa bunga kertas dan lintasan angka-angka

16. Laut Berparuh Merah - Aan Mansyur
Sebagian kuciptakan jadi kata-kata yang cuma mencintai mulutmu dan telingaku

15. Telanjang di Depan Cermin - Aan Mansyur
Tungkai kakiku sepasang pohon. Berdiri di kiri dan kanan jalan bersemak. Rerimbunan yang akan mengembalikanmu ke rahim ibu.

14. Belajar Berenang - Aan Mansyur
Kau nyala langit yang biru pada pangkal April dan awan yang menolak warna selain putih

13. Yang Terampas dan Yang Putus - Chairil Anwar
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

12. Kepada Kesedihan - Aan Mansyur
Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal, lakukan seperti matahari terbenam

11. Mata Hitam - W.S. Rendra
Dua mata hiram adalah rumah yang temaram, secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam.

10. Rendezvous - Joko Pinurbo
Sebab sesaat lagi kau sudah jadi malam dan aku hujan dan perempuan itu tidak mencintai keduanya.

9. Derai-derai Cemara - Chairil Anwar
Hidup hanya menunda kekalahan

8. Dalam doaku - Sapardi Djoko Damono
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku tidak akan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

7. Barangkali - Aan Mansyur
Cintaku kepadanya melampaui jangkauan kata, aku cuma mampu mengcupkannya dengan mata

6. Sebuah Tanya - Soe Hok Gie
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta

5. Justru - Joko Pinurbo
Padahal di kamar mandi ada dedengkot boneka yang lebih rumit seringainya, yaitu tubuhnya sendiri

4. Hujan Turun Sepanjang Jalan - Sapardi Djoko Damono
Tatkala angin basah tak ada bermuat debu, tatkala tak ada yang merasa diburu-buru

3. Mendengarkan Radiohead - Aan Mansyur
Aku tahu ketelanjangan tempat bersembunyi bunyi yang lebih nyari daripada sunyi

2. Kangen - W.S Rendra
Engkau telah menjadi racun bagi darahku, apabila aku dalam kangen dan sepi, itulah berarti aku tungku tanpa api.

1. Pemberian Tahu - Chairil Anwar
Jangan satukan hidupmu dengan hidupku, aku memang tidak bisa lama bersama, ini juga kutulis di kapal, di laut tidak bernama.

Cerita Puisi (Trailer)











